Bukan Saya yang Sebenar-benarnya

Setiap orang punya sisi gelap, sisi terang, sisi kanan, sisi kiri
Tapi mereka nggak punya satu sisi : SISI-pan
Karena SISI-pan hanyalah tambahan

15 Juli 2016

Akhirnya Masuk Sastra Indonesia UNPAD

Assalamualaikum, Sobatkuu :))

Kali ini gue mau memberitahu kabar gembira! GUE KETERIMA DI SASTRA INDONESIA UNPAD. Sekarang, gue mau menjelaskan kenapa gue bisa berujung di sana.

Kalian udah pada tahu belum sih kalau gue awalnya mau jadi arsitek saat masa-masa mau masuk SMA? Oke, jadi sebenernya gue masuk SMA lalu milih SMA 8 Jkt dan melewati lika-liku perjalanan anak IPA karena awalnya gue mau jadi arsitek, alasannya karena gue suka ngelihatin rumah-rumah, interiornya, eksteriornya, dan banyak lagi. Lalu semua itu berubah, bukan karena negara api menyerang ya (oke ini jayus). Ayah gue pernah bilang, "Kamu mau arsitek karena emang suka rumah atau emang pengen punya rumah kayak gitu?" Dan karena gue sadar diri juga nilai gue di IPA terlebih di eksak itu rasanya pengen gue injek-injek saking malunya gue dengan nilai gue yang jarang bahkan bisa sekali-sekalinya dapet bagus, akhirnya gue memilih mencari apa sih yang sebenarnya gue mau.

Lalu gue mulai menemukan titik terang. Gue suka nonton, memperhatikan apa-apa yang gue suka, gue juga suka bikin film walaupun kenyataannya gue cuma pernah bikin sekali dan gue rasa kurang berhasil wkwk tapi itu sangat menyenangkan dan membuat diri gue puas, gue akhirnya memutuskan untuk masuk ke jurusan komunikasi dan mengarah ke broadcasting. Gue mulai mencari-cari prospek kerja dari komunikasi itu bisa kemana aja dan emang luas banget, alhasil gue menentukan kalau gue mau jadi produser atau nggak script writer. Sampai situ dulu.

Gue mulai berpikir lagi nih, sebenernya apa sih yang gue mau, mau jadi apa sebenernya. Setelah berpikir panjang dan beribu alasan akhirnya gue lebih condong ke alur cerita suatu drama, sinetron atau film, gue suka berada di situ dan akhirnya gue pun memutuskan buat masuk sastra Indonesia aja. Kenapa? Karena di sana gue bisa tahu lebih dalam tentang seluk beluk sastra di Indonesia dan bagaimana orang-orang mengapresiasi sastra dan sebagainya, gue juga bisa memperdalam tulisan gue kalau gue di sana. Jadi lah fix gue milih masuk sastra Indonesia.

Gue mulai memilah, mencari sastra Indonesia dari univ mana yang mau gue jelajahin. Ya dan nggak lain nggak bukan gue maunya masuk UI, selain itu karena ke sana tinggal naik kereta doang. Yaudah kan gue fix mau masuk sana, tapi ternyata Tuhan berkehenak lain. Saat SBMPTN gue malah nyangkut di sastra Indonesia UNPAD. Saat tahu itu gue kesel, dan mengatakan hal-hal yang seharusnya nggak gue katakan, kemudian beberapa detik setelahnya gue sadar. Ini jalan gue, gue nggak boleh marah atau pun kesal, gue harus bisa mensyukuri apapun yang udah dijalankan untuk gue karena Tuhan tahu apa yang terbaik buat gue.

Sekarang gue udah menerima gimana pun jadinya gue di UNPAD nanti, mungkin dengan gue kuliah di sana gue bisa lebih mandiri dan menjadi orang yang lebih baik. Pokoknya sekarang ini gue akan mencoba untuk nggak ngedumel dan merasa menyesal dengan apapun yang udah terjadi.

Haha begitulah lika-liku gue dalam menentukan jurusan kuliah. Semua itu karena gue nggak mau salah masuk jurusan dan mencoba menyesuaikan jurusan dengan apa yang gue sukai dan mau.

2 Januari 2016

Tahun Baru

SELAMAT TAHUN BARU 2016

Tiga puluh satu Desember, malam satu Januari. Apa bedanya dengan tiga puluh satu Oktober, malam satu November? Pindah bulan nggak pernah dirayain, tapi pindah tahun? Jangan ditanya, pesta besar-besaran terjadi dimana-mana bahkan di rumah gubuk pun iya. Atau perayaan itu khusus mengenang pergantian dari tiga pulih satu Desember ke satu Januari? Enggak, umur masehi yang bertambah, lalu saat umur masehi bertambah lantas apa? Bukannya itu pertanda kita semakin tua? Kenapa semua orang merayakannya?

Tunggu, pertanyaan itu semua ada di benak gue begitu aja saat gue nulis ini. Masalahnya, nyatanya gue juga nggak begitu menikmati pergantian tahun, semuanya sama aja. Ya, kecuali ada petasan dimana-mana, bakar-bakaran dan kadang kumpul bareng keluarga. Awalnya gue merasa excited,  tapi selanjutnya udah. Nggak ada rasa apa-apa, gue cuma dikasih arti bahwa dikedepannya kehidupan akan semakin banyak rintangan dan jangan pernah berharap kehidupan lebih baik di tahun selanjutnya kalau kamu nggak melakukan apapun untuk memperbaiki kehidupan kamu. 

Yang paling nggak gue habis pikir adalah, gue mengucapkan 'Happy new year my future husband'.  Itu adalah satu dari banyak hal konyol yang gue ucapkan, tapi itu adalah hal konyol pertama gue di tahun 2016. Emang gue kadang suka akting kayak ftv, sinetron, drama korea dan sebagainya, habis gimana dong otak gue udah keburu keisi sama hal-hal yang diluar akal gitu gara-gara gue sering menyerap apa yang gue tonton. Oh, enggak, gue salah. Itu semua justru asik, bagi gue, si Tukang Ngayal.

Saat tahu bahwa tahun baru udah dimulai, yang gue pikirin adalah gimana nasib Ujian Nasional, undangan, SBMPTN dan berbagai hal yang berhubungan dengan kelulusan sekolah juga tes ke tingkat kuliah. I'm gonna be maba. Tahun 2016 gue akan jadi mahasiswa baru di salah satu univ yang terbaik untuk gue. Gue mau nyerong, pindah jurusan, ke IPS. Kenapa? Karena alasannya udah pasti dan merupakan alasan basi jadi gue gak perlu menjelaskan lagi.

Harapan lo di 2016 apa, Tem?
Siapa sih yang nggakberharap lebih baik kedepannya? Gue cuma berharap semoga gue bisa melakukan hal yang dapat membuat hidup gue lebih baik. 

14 Juni 2015

Malam

Kuning menyala ramaikan malam
Kunang-kunang nan indah
Sepinya malam bagai gaduhnya siang
Kutanya kawanan jangkrik
Bagaimana bunyinya
Tikus menjawab, cit cit cit
Beri segumpal keju tak bisa buat mereka diam
Kumpulkan ribuan mereka, bau merekah
Lalu datang seekor musang
Mencari mangsa nan enak
Matilah ayam tetangga
Sungguh, kukira ayam mati karena beradu sesama

Kemudian kulihat atap bumi
Penuh sinar berkelip
Dan ada cahaya bulat besar, bulan namanya
Teringat lagu dulu
Ambilankan bulanbu
Kukira astronot jawabannya
Ternyata mimpi

12 Juni 2015

Surat untuk Kamu

Hai, kamu?

Aku gak tau, kamu itu siapa. Tapi jelas surat ini untuk kamu. Aku gak berani bilang siapa kamu itu, karena bagiku, kamu adalah rahasiaku.

Kalau aku boleh sekali saja memutar waktu, aku ingin kita tidak pernah bertemu. Karena aku tahu, akibat pertemuan itu kamu dan aku saling mengenal, kemudian kita saling menyakiti dan berpisah. Itu sakit.

Peremuan kita saat itu pun terbilang singkat, benar-benar singkat. Akan kubuat kamu mengingatnya kembali

Sore hari, angin yang cukup kencang berhasil membuatku berdiam di toko kecil pinggir jalan, dari perkiraan cuaca yang kudengar pagi tadi memang akan terjadi badai, tapi aku tidak mengira badainya bisa sedahsyat ini, berbicara dan membuka mata saja rasanya takut-takut. 
Sudah lebih dari setengah jam aku menunggu di toko kecil ini, aku tidak berani melawan angin kencang, bisa-bisa aku terbawa olehnya karena berat badanku juga ringan. Bisa kubilang, aku sangat kurus? Ya, teman-temanku bilang aku seperti papan yang tipis. Entahlah aku harus tersinggung atau tidak. 
"Huaahh! Gue harus cepet-cepet nyampe rumah! Harus cepet!" Suara cempreng dan keras itu berhasil mengambil perhatianku. Anak perempuan seumuranku itu berlari sambil memgangi kantung-kantung plastik, seperti habis belanja. Karena aku memperhatikannya terus-menerus, ia menoleh dan tersenyum padaku. 
"Hei! Cepet pulang anginnya kenceng!" katanya dan kemudian dia terbatuk. 
"Haha, pasti. Hati-hati!" kataku, kemudian dia berlalu.

Lalu kemudian kita bertemu lagi, di tempat yang berbeda. Seminggu setelahnya kamu mengunjungi rumahku dengan tujuan ingin mengenal tetangga baru. Aku senang kita bisa bertemu lagi, tapi sepertinya tidak dengan kamu yang justru menampilkan wajah kusutmu saat bertamu di rumahku. Aku pikir kamu tidak suka aku, tapi ternyata wajahmu seperti itu karena kamu baru bangun tidur.

"Maaf ya, muka gue kusut banget. Nyokap tiba-tiba minta anterin ke rumah lo di saat gue lagi ngantuk-ngantuknya." Dia bercerita tanpa aku minta, kami berada di halaman belakang rumahku. 
"Oiya, kenalin, gue Tya. Nama lo?" Ia mengulurkan tangannya.
"Gue Sena. Btw, lo cewek gue cowok. Tapi seakan lo menganggap gue cewek juga. Gue gak terima," kataku dengan nada tidak suka. Aku hanya bercanda.
"Hehehe, maaf, Sen, dulu gue sekolah asrama putri, ketemunya cewek-cewek terus, jadi terima nasib aja ya, tetangga baru?" Dia tertawa, menggemaskan. 
"Udah biasa sih sama nyokap gue digituin, tenang aja. Btw lo gak apa-apa abis makin angin minggu lalu?" tanyaku dan dibalas tawa olehnya.
"Hahaha yaampun, lo harus tau gara-gara minggu lalu itu, badan gue merah-merah dikerokin, udah bisa jadi benderanya banteng kali tuh." 

Dan setelah itu, kita berteman baik. Kamu sering berkunjung ke rumahku dan begitu sabaliknya. Sampai aku menjadi orang ketiga antara sepupumu dan pacarnya. Dan bodohnya aku yang hanya fokus pada dia.

"Sen, lo tuh terlalu melihat gue. Apa lo gak pernah coba sekali aja gak ngeliat gue dan coba liat yang lain? Dia nunggu lo, dia sabar sama lo. Gue yang merasa bersalah sama dia, Sen! Dan gue udah punya pacar, Sena! So, please, you must open your eyes and see!" Wajah Kamel memerah, aku tahu dia marah. Aku berhasil menjadi parasit dalam hubungannya.
"Tapi gue cuma mau lo, Mel. Gue sayangnya sama lo." 
"Tapi gue sayang sama Arvin, Sen! Tolong hargain gue."

Kamu, Tya. Kamu pergi dan aku pergi. Semoga tujuan akhir kita sama.
Kamu, rahasiaku. Semoga kita bertemu.

Masalah? Setiap Inci

Jadi?
Hai, gue Temmy! Gue masih di sini, masih jarang banget ngepost, tapi masih sering berkhayal kok :)
Kayaknya gue ngepost enam bulan sekali ya kalau di liat-liat post-an gue? Haha, ya abis gimana ya, ada faktor males dan faktor mager dan banyak faktor lagi yang mempengaruhi.
Dari terakhir gue ngepost, ada banyak banget cerita yang sampe gue lupa apa aja yang udah gue lewatin selama enam bulan terakhir ini. Banyak cerita, entah itu berhasil bikin gue ketawa sampe sakit perut atau bikin gue nangis ngejer. Dari keluarga gue, temen gue sampe orang yang gak gue kenal. Dan lagi, ini blog gue. Dan suka-suka gue mau melakukan apa sama blog gue. :) Gue hanya melakukan apa yang gue mau dan suka.

Dari enam bulan terakhir ini, gue sadar masalah setiap orang, dimulai dari diri dia sendiri, berlanjut ke keluarganya, temannya, pelajarannya, pekerjaannya semua beda! Dan terkadang keinginan gue untuk menjadi orang lain berasa langsung ditepis begitu gue mengingat masalah orang lain. Gue sadar, gak cuma gue doang di dunia ini yang punya masalah, temen gue mungkin punya masalah yang lebih besar, yang bahkan gue sendiri gak tau gimana bantu dia nyelesaiinnya. Yaa gue bukan pemberi nasihat yang baik dan gue bukan pelaku yang baik juga untuk ngejalanin nasihat.  

Bagi gue masalah yang paling berat itu dimulai dari diri sendiri. Siapa yang tau sih pikiran orang lain, bahkan ya, gue sendiri gak tau apa sih yang sebenernya gue pikirin. Setelah diri sendiri, maslah keluarga. Itu masalah besar yang bisa menghubungkan kesegala-galanya. Kalo lo ada masalah sama keluarga, lebih baik diselesaiin secepatnya karena bisa aja masalahnya merembet kemana-mana, ke diri lo dan orang disekitar lo. Gue mungkin gak punya masalah yang besar sama keluarga gue but tetep aja pasti adalah. Setelah itu temen, punya masalah sama temen gak berarti lebih baik dari pada punya masalah di keluarga. Huufthhhhhh pokoknya masalah tuh gak akan pernah lepas seinci pun dari kita. 

Gue mau cerita banyaakkk banget! Tapi gue udah lupa mau nyeritain apa dan bingung gimana ceritainnya. Gue pengen banget nyeritain masalah "ini" ke seseorang but I can't gue gak berani, entah kenapa wkwk lucu ya, apalagi kalau gue inget gue pernah nulis lebih baik cerita masalah ke orang lain dari pada disimpen sendiri di essay LIA HAHAH, berasa munafik :) 



26 Desember 2014

Liburan Abu

Selamat hari Jumat! Selamat liburan semster! Pasti pada pulang kampung ya? Huh :(gue enggak. Padahal pengen sih tapi gak ada rencana begitu, bahkan niatnya maunya liburan bareng temen, tapi rasanya gak enak gitu yaa ninggalin orang tua di rumah, kemaren aja gue di rumah sodara sampe malem ninggalin ortu gak enak gitu rasaanya.

Oke, liburan ini sebenernya gue udah punya rencana macem-macem. Dari ngapain aja di rumah, mau kemana aja, harus ngelakuin apa. Dan sampe sekarang semua itu belum dijalankan seutuhnya. HAHA jiwa malas gue masih melekat deh, rasanya pengen baca wattpad mulu, denger lagu playlist di youtube, nonton, main, dan lain-lain selain rencana gue itu. Gue ngerasa bebas banget aja rasanya pas liburan ini. Gue tau sih gue salah, harusnya gue gak boleh kayak gini, tapi gue harus bisa ngerubah kebiasaan jelek gue ini gimana pun caranya. 

Liburan ini, niat pertama gue adalah bikin film bareng temen-temen untuk lomba di salah satu sma di jakarta, temanya IMPIAN, gak susah untuk nyari cerita tentang hal itu, tapi gimana kita mengemasnya menjadi suatu yang menarik itu yang susah. Kalian tahu gak kenapa aku tertarik untuk ikut lomba itu? Semua itu berawal dari film bahasa inggris. Gue tertarik banget dari situ untuk bikin film, gue kerjasama deh akhirnya sama temen. Hemm.. jujur, gue mau jadi sutradara, ngarahin pemain harus ngapain dan gimana, tapi rasanya kenapa gak mampu ya... rasanya percaya diri gue langsung menurun... dia lebih baik dari gue. Itu yang ada dipikiran gue saat bukan gue yang ngarahin, tapi dia. Disitu gue sadar, gue gagal, ini bukan film gue. Dalam penulisan script -pun bukan gue yang ngasih ide, gue cuma nulis script dan dia yang memperbaikinya. Gue sadar lagi, gue gagal. Gue bingung harus apa jadinya, Gue terlalu percaya dan bergantung sama dia walaupun dia gak berharap gue bergantung atau terlalu percaya sama dia. IMPIAN gue, salah satunya bikin film, karya gue sendiri, kesannya egois, mau menang sendiri tapi... gue ingin itu terwujud. Susah. Harus gimana kalo udah gini? Salah gak sih gue? Gue bukan tipe gak mau ngalah, justru terkadang gue suka ngalah sama temen-temen gue tanpa mereka saadarin... gue gak peduli, asal mereka seneng, gue juga seneng ada di samping mereka. 

Selain itu, liburan ini, gue juga harus mikirin subsi fleksibel gue, mau dibawa kemana itu subsi? Gimana caranya bikin anggota  gue aktif, gimana caranya supaya kegiatan subsi flek gue lancar? Tau gak betapa tertekannya gue mikirn itu, seakan itu masalah akut yang gak bisa ilang. Nyadarin mereka itu susah banget, gue nyari cara untuk mereka sadar, tapi gak mudah. Apa mereka gak tau rasanya diabaikan? Egois. Mereka egois. Apa mereka gak mikirin gue yang punya masalah untuk diri gue sendiri selain ngurusin subsi flek gue, ngurusin mereka? Apa sih yang mereka pikirn tentang gue? Rasanya gue gak peduli, tapi gue pengen tau!! Gue kesel, tapi gue tahan, gue marah, tapi malah diketawain, due diabaikan, gue lagi ngelucu, gak ada yang nanggepin. MAU MEREKA APA? Sedih gueee :"( tapi mereka gak tau, mereka gak ngerasain, mungkin harus ngerasain dulu gitu baru mau nurut? Banyak juga yang bilang, lepas aja mereka yang gak peduli. Tapi gak bisa! Ada suatu ikatan dimana mereka harus tetep stay di subsi flek gue. 

Salah gak sih gue curhat di medsos? Rasanya lebih rileks kayak gini, karena gue kurang begitu suka curhat sama orang-orang disekeliling gue. Di sini rasanya lebih bebas, gak ada yang ngomentarin betapa bodohnya tingkah gue, betapa memalukannya tingkah gue, gak akan ada yang marah sama gue. Kalau pun ada yang liat tulisan gue, masa bodo, Gue nyaman curhat di sini. Gue bersyukur juga kalo ada yang liat, seenggaknya mereka cukup tau aja, gak nyebar, dan gak nanya apapun sama gue :) 



26 Oktober 2014

PRAMUKA THE EXPLORER

Setelah persiapan yang rempong bin ribet bin seru dan hal-hal yang bikin persiapan PTE menarik akhirnya PTE jadi juga woyy!! Tau gak sih seneng dan bahagianya kayak apa? Akhirnya usaha kerja keras buat ngejadiin tuh proker jalan terbayar dengan PTE yang berhasil dilaksanain tanggal 18-19 Oktober di Pulau Harapan. Buat yang gak tau PTE, gue bakal jelasin di sini :)

PTE atau singkatan dari Pramuka the Explorer. PTE ini salah satu proker dari Subsi Pramuka SMA Negeri 8 Jakarta. Gue pernah ngejelasin kan sebelumnya kalo gue ikut Subsi Pramuka? Yay dan PTE ini itu salah satu prokernya yang udah terbayang-bayang gitu di benak gue gimana keseruannya. PTE ini awalnya diadain cuma untuk Subsi Pramuka aja, cuma PTE kemaren dibuka untuk angkatan 2016, siapa aja boleh ikut, yaa walaupun pemberitahuan siapa yang mau ikut PTEnya itu h-seminggu.

Tapi bener deh perjuangan juga ngadain nih proker, dimulai dari ngurus proposal yang gak selesai-selesai, ada beberapa masalah intern, terus nyari tanda tangan ibu kepsek tercinta yang baru pulang dari Jepang h-6 hari sebelum PTE bayangin setresnya gimana! Takut banget gak jadi tau gak :(

Sekarang gue bakal cerita gimana PTE kemaren...

Dimulai dengan ngumpul di SMAN 8 jam setengah 5 pagi. Pagi banget kan? Tapi kalo udah niat sih sepagi apapun bakal dijabanin yaa. Oiya, PTE diikutin 35 peserta ditambah 2 orang guru yaitu pak Adin dan bu Citra. Kami emang dateng pagi-pagi banget tapi sempet ngaret berangkatnya. Kami baru bener-bener berangkat ke Pelabuhan Muara Angke jam 5.15 pagi, udah lumayan telat yaa, soalnya harus sampe di sana jam 6an kalo mau dapet tempat dan nyaman di kapal, soalnya kapalnya gabung sama penumpang yang lain. Dari Sekolah ke Muara Angke itu naik 1 metromini dan 2 mobil tambahan.

Sampai di Muara Angke jam 6 lewat, setelah itu kami ngumpul dulu di pom bensi Pelabuhan Muara Angke karena sempat kepisah kan kendaraannya beda-beda. Begitu semua udah kumpul, barulah kami semua naik ke kapal. Gue seneng banget deh mereka para peserta PTE itu kayak excited gitu. Perjalanan dari Muara Angke menuju Pulau Harapan itu sekitar 3 jam-an, lama banget kan? Emang! Di dalam kapal itu macem-macem deh yang dilakuin, dari tidur sampe kelilingin kapal juga ada wkwk pokoknya ngelakuin hal yang gak bikin bosen. Di kapal ada beberapa orang yang muntah, termasuk gue! wkwk padahal gue gak pernah muntah sebelumnya. Oiya, ternyata antimo sirop itu enak wkwkw pengen lagi masa jadinya:(

"Lautnya bersih dan biru banget!" itulah kalimat yang gue denger begitu kami nyampe di Pulau Harapan, Kep. Seribu. Sampai di sana kami udah ditunggu sama pak Rahman, guide kami selama di sana. Kami langsung menuju homestay yang di dalemnya udah ada makan siang. Sayur asem boooo makannya, yey banget! Aahh kerupuknya enak banget lagiii banget, oke mungkin keenakan kerupuk ini hanya gue dan Najla yang merasakan.

Selesai makan, yang cewek langsung berpindah homestay, karena homestay yang kami tempatin buat makan siang ini bakal jadi tempat tidur para cowok. Untugnya di homestay tempat cewek ini lebih luas dan samping homestaynya itu loh! ada tempat beli bakso dan minuman, ada warung lagi di depannya. PeWe banget deh pokoknya. Begitu sampai di homestay cewek, langsung aja kami semua ganti baju, pake sunblock dan lain lain karena kami mau snorkliingg! Yuhu! Rempong banget deh yaa para cewek, takut item tapi demen snorkling-an yang pastinya bakal bikin keling.

Di kapal nelayan ini, kami mengarungi laut wkwk lebay banget dah, pokoknya snorklingnya seru banget lah ya, ditambah kita foto bawah laut, di fotoin sama bapak-bapak perenang yang maaf gue lupa namanya. Keindahan bawah lautnya juga sumpah indah banget! ada dori! gue gak liat ikan yang mirip nemo:( gue liat ikan yang item-putih kayak zebra gitu. Dan yang lebih wawnya lagi, akhirnya gue bisa liat gimana sih bulu babi itu, yang cuma gue liat di permainan ikan-ikanan doang sama di tipi tipi. Tapi kasian Livvy, tangannya kena kerang api, jadi kayak bentol-bentol gitu. oiya, terus ada beberapa dari kami yang hunting bintang laut, pengen di bawa pulang deh rasannya.

Setelah snorkling beberapa jam, akhirnya kami mengunjungi Pulau Macan, yang pasirnya putih. Di situ kami main-main pasir, banana boat yang bukan benran banana boat. Pas main pasir, kami main kubur-kuburan yitu ngubur Iffa dengan pasir! wkwk itu kocak banget! Pas naik banan boat ggue bareng Awe, Barry sama Agung. Posisi gue gak PeWe banget pas naik itu, sampe ngubah posisi berapa kali, padahal boat yang narik kami udah jalan dan udah jauh juga dari pantai. Setelah udah lumayan jauh banget dari pantai si bapak tiba-tiba nyuruh kami berempat untuk lebih maju duduknya dan JENG JENG JENG JENG jatuhlah kami berempat ke laut. Gue sempet mikir 'mati-mati gue mati' wkwk soalnya itu boatnya niban badan gue, gue sampe gak bisa naik gitu kan gara-gara ketahan, mending gak pake pelampung biar bisa bebas gitu berenangnya, tapi gak juga sih.

Di Pulau Macan, kami nikmatin sunset juga! Yey, tapi sayang ketutup awan gitu. Akhirnya setelah foto-foto berapa kali, kami balik ke kapal dan balik ke Pulau Harapan. Dan kalian tau? Bisa sejaman kali kami di kapal! sampe malem, sampe bintang-bintang muncul banyak di langit, antara ngantuk dan kedinginan... katanya sih ngikutin arus jadi lama nyampenya.

Nyampe di homestay, langsung berebut pada mandi wkwk, pasir-pasir udah nempel kali ya di sekujur tubuh, rambut pada kering gitu, pokoknya udah pada ancur banget deh. Setelah semua selesai mandi dan makan malem, tibalah bbq-an dan api unggunan juga tentunya. Kami sempat baca Dasa Dharma dulu sebelum benar-benar makan ikannya. Semua udah jadi kayak orang rakus begitu ikannya selesai di bakar. Hari itu benar-benar capek banget. Buktinya begitu balik lagi ke homestay langsung pada tepar, dan enggak buat gue, Iffa, Audy, Fira dan Syibud, kami main kartu dulu dari cangkulan sampe tepuk nyamuk. Dan saat itulah masa-masa freak gue - kami semua muncul. Intinya tengah malem itu kami ketawa-tawa ngelakuin hal freak deh.

Keesokan paginya setelah makan pagi, kami jalan-jalan lagi ke pulau, kali ini buat ngeliat penangkaran penyu dan tempat penanaman mangrove, penyu-penyunya so cute! Abis dari situ kami berkunjung ke pulau, lupa pulau apa namnya, intinya pulaunya bagus banget, di situ semua pada foto-foto, main pasir, dan lain-lain.

Jam 11 siang, kami sampai di Pulau Harapan dan you know what?! Kapal buat balik ke Muara Angke bakal berangkat jam 12 siang! What the hell--o? semua orang udah kayak kesambet cepet-cepet mandi, teriak cepet-cepetan dan lain-lain. Semua udah kayak orang kalang kabut. Semua juga udah panik banget deh intinya.

Tapi akhirnya kapalnya kekejar juga! Akhirnya kami bisa balik dengan kesedihan karena harus ninggalin Pulau Harapan padahal masih pengen banget lama-lama di sana. Balik lagi, kalo udah di kapal ada yang tidur, nyanyi dan muntah... kapal yang kami naikin ini penuh banget guyss!!! Mana hampir ketinggal kan tadi untungnya ada pak Kusnandi :3 dia itu nahkoda kapal colombus, kalo gak ada dia mungkin kami bakal ketinggalan kapal. Thanks so much Pak!

Ohya, Pak Kusnandi itu yang bikin gue dan anak-anak yang survey ke Pulau Harapan bisa nyari paket buat PTE dengan harga yang cukup terjangkau. Baik banget bapaknya, dia juga sering sms gue sama Reka, nanya-nanyain kabar ngasih saran dan lain-lain. BAIK BANGET POKOKNYA!

Udah deh, akhirnya kami langsung balik ke sekolah begitu sampe di Muara Angke. Capek banget woy, tapi worth it banget juga senengnya terbayarkan gitu. Semoga next time PTEnya lebih baik dan seru yaaa guysss.