Bukan Saya yang Sebenar-benarnya

Setiap orang punya sisi gelap, sisi terang, sisi kanan, sisi kiri
Tapi mereka nggak punya satu sisi : SISI-pan
Karena SISI-pan hanyalah tambahan

23 Desember 2012

Tau Judul yang Pas?

Hai!!! Lama gak ngepost, jadi kangen {}!!
Udah masuk liburan semester menuju tahun baru nih, gimana kabar kalian semua (yang baca) ? Ngomong-ngomong udah pada bagi rapor ya? Huaaa gue belom >< makin deg-degan tau gak?!

Oiya, kalian denger isu-isu tentang kiamat tanggal 21-12-12 kan? Dan sekarang kalian tau kan kalo itu gak bener, lagi pula jangan percaya sama gituan! Musyrik! Fine, pindah topik lagi!!

"Gue bingung","bingung pegangan"-_- gue kesel kalo lagi bingung malah disuruh pegangan, emangnya mau jatoh? Bingung ya kasih ide kek. Lagian itu kata-kata dari siapa sih, sotoy banget wkwk ^o^

Lama juga gak nulis cerita-cerita lagi di blog, gimana cerita-ceria yang sebelumnya? About LOVE, pasti bosen ya? sama, gue juga! Kalo ngebahas tentang cinta itu gak akan selesai karena ceritanya muter-muter doang, mending fiksi yagak? Menantang! Doain ya biar bisa bikin cerita fiksi :)

Sumpah ya, sekarang tuh lagi gak jelas perasaannya gak nentu banget, kadang kesel, kadang enggak, kadang bosen, kadang enggak, mood maunya apaan coba? Mood itu lagi kangen sama SAHABAT KELAS   88!! Kangen banget sama mereka!! nyanyi bareng, ngaji bareng, pulang bareng, pergi bareng, jajan bareng, solat bareng, bareng-bareng semua... gak semua sih... tapi, pokoknya kangen masa-masa itu!


31 Agustus 2012

Hidup Itu...

Hidup itu... sulit. Hidup itu... penuh gejolak. Hidup itu... tidak datar. Hidup itu... masalah. Hidup itu... kebencian. Hidup itu... kebahagiaan. Hidup itu... indah. Hidup itu... cobaan. Hidup itu... sahabat. Hidup itu... cinta.

Semua terasa sulit melalui jalan hidup ini, dan kesulitan itu tidak pernah berakhir, ya aku tahu kalau hidup itu memang penih gejolak tapi apakah api tidak bisa dipadamkan? Namun jika api itu mati, apa yang akan terjadi dengan diriku? Ya, aku akan mati. Aku ingat saat guru fisika mengajariku mengenai bulan, nulan memiliki lubang-lubang dipermukaannya dan itu sama dengan permukaan jalan hidupku yang tidak pernah datar. Kehidupanku selalu terganggu dengan masalah-masalah baik yang sepele atau masalah besar yang membuatku menanam kebencian, benci yang mendalam dan tidak dapat dengan mudah dihilangkan. Tapi kini, aku lebih merasa hidup dan hidupku lebih bahagia dari sebelumnya karena aku tahu, aku juga merasa hidupku lebih indah dan berwarna karena ada cobaan yang membuatku lebih tegardalam menjalani hidup, karena aku tahu ada sahabat di sampingku, yang menjadi penyemangat dalam hidup dan membuat hidup ini terasa sempurna. Dan hidup ini terasa lebih sempurna karena cinta, karena cinta hidup ini tidak hambar tapi manis semanis perman. 

Dan aku sadar, hidup ini... adalah yang kujalani sekarang.

16 Agustus 2012

KARMA Itu Ada

Hai semuaaaa!!! Setelah sekian lama gue gak curhat sama kalian-kalian akhirnya gue mau curhat lagi.... dan semua itu berhubungan sama KARMA!! 

Mas bro dan mba bro pada taukan gue pernah ngepost dengan judul ADIL? kalian pada tau isinya? tentang ketidak adilan, dan gue bilang disitu gue gak suka yang namanya GENG-GENGAN but ternyata sekarang gue ngegeng.... Gue ngelanggar omongan gue sendiri, yaahhh ternyata KARMA tuh emang berlaku banget! Karena gue sekarang punya geng namanya BACIT, tapi BACIT itu beda... beda dari geng-geng yang lain!!

KARMA yang lain, gue dulu kesel banget sama boyband and girlband korea, gue merasa "ih alay banget siih rambutnya digituin, matanya pake eyeliner, dan cowoknya cantik cantik... euuh!!" tapi liat sekarang.... gue malah suka sama Korea dari filmnya, boyband dan girlbandnya, same negaranya!!

KARMA yang lain lagi? Banyak banget dari mulai orang yang gue bilang "ganteng apanya?" dan sekarang gue malah suka sama dia. Terus, masih banyak lagi pokoknya...

DAN LO HARUS INGET, KARMA ITU BERLAKU KE SIAPA SAJA, DIMANA AJA, DAN KAPAN AJA!!! DAN GUE PERNAH NGERASAIN ITU!!!

12 Agustus 2012

Mr. P

"Temmy!!," beberapa orang menyapaku dengan riang dan penuh tanda tanya, dan aku pun langsung mengetahui maksud dari sapaannya itu... "selamat ulang tahun yaa...," dan yap! Perkiraanku benar.

"Udah telat!," jawabku malas. Mereka ini teman atau bukan? Mengingat ulang tahun temannya saja lupa. Baiklah, abaikan itu mungkin ulang tahun ke 17 ku ini memang ulang tahun yang paling menyedihkan selama hidupku.

Tapi sepertinya tidak begitu menyedihkan, karena "Sang Purnama" memberikanku sebuah ucapan dan kado, walaupun dalam suratnya sangat sederhana tapi bagiku itu sangat indah, dan hadiahnya lebih sederhana hanya gantungan kunci berbentuk seorang gadis yang sedang menggapai bulan purnama. Kesedihanku terhapuskan karena ucapan dan hadiah darinya. Terimakasih Purnama-ku, andai Kau ada di sini menemaniku aku pasti sangat bahagia. Dan aku berharap Purnama-ku adalah Kau! Orang yang aku sayangi...

Hari Rabu, hari yang paling aku benci mau tahu kenapa? Alasan pertama karena pelajaran, yang kedua karena pulang sekolah sampai sore, dan yang ketiga hari dimana aku kehilangan benda berhargaku. Ya, barang berharga yang selalu aku simpan dan selalu aku pakai, kalung pemberian Mr. F aku menghilangkan kalung pemberian darinya. Ia memberiku kalung lalu ia menghilang dan aku sudah tidak tahu lagi keberadaannya, terakhir aku bertemu dengannya saat kelas 1 SD, aku sangat sangat merindukannya. Namun hari-hariku yang kelam tanpa dirinya telah terisi oleh sesuatu, ia Mr. P tapi rasanya aku masih bingung akan perasaan ini, benarkah an apakah mungkin? Walaupun begitu, aku masih mengharapkan kehadiranmu di sini Mr.F

Sekarang sudah waktunya istirahat, dan seperti biasa semua orang di kelas berhambur keluar kelas menuju kantin namun tidak dengan kelompok laki-laki itu, ya salah satunya Mr. P. Aku memusatkan perhatianku padanya, memandangnya dengan tatapan yang berbeda. Rambutnya yang mulai gondrong, mata hitamnya yang selalu fokus, kulitnya yang putih, dan senyumnya yang menawan membuatku tersenyum saat melihatnya.

Kelas yang berisik karena teman cowokku termasuk Mr. P main kartu remi membuatku ingin keluar dari kelas XI-4, selain bulan purnama dan senja aku juga sangat menyukai pemandang sekolahku dari koridor entah apa yang kulihat, tapi aku menyukai kegiatan itu. Tidak begitu lama aku berada di koridor, tiba-tiba saja orang-orang di dalam kelas berteriak dengan keras membuat suara gaduh yang mengharuskanku menengok sebentar ke dalam. Dasar Cowok.

Aku kembali memusatkan perhatianku pada lapangan sekolah, lapangan itu terlihat lengang saat istirahat, kalau di SD lapangan pasti penuh dengan anak laki-laki yang bermain futsal, dan aku kembali teringat akan Mr. F, dia selalu bermain futsal saat istirahat. AKu menggelengkan kepalaku mencoba melupakan Mr. F dari ingatanku.

"Ciee... Ayo hajar aja! Cowok kok penakut!!," salah seorang... tidak bahkan lebih dari seorang berkata demikian, dan suara itu semakin mendekatiku. Aku bisa menebak dengan cepat! Pasti ada yang lagi mau nembak cewek alias menyatakan cintanya, hahah :D aku jadi penasaran sendiri siapa yang mau ditembak dan siapa yang nembak? 

Aku menemngok berbalik arah menghadap ke dalam kelas... 
Sontak, mataku membesar, dan tiba-tiba saja jantungku berdebar dengan keras...
Apa... apa... aku bermimpi atau ini hanya halusinasi belaka?
Apa ini nyata?
Seseorang yang ada dihadapanku saat ini... 
Mr. P
Orang-orang di belakangnya berteriak, meneriakkan kata-kata seakan cowok itu ingin menyatakan cintanya kepada cewek...
Tuhan... Tolonglah aku... apa yang terjadi?
Badanku kaku, aku tidak tahu harus berkata apa dan harus melakukan apa?

"Hai.." sapa Mr. P pada... tunggu apa sapaan itu untukku atau ada seseorang di belakangku? Ah tidak mungkin di belakanku hanya ada pembatas koridor... Atau di samping? Tidak, tidak ada orang! Ya, pasti itu sapaan untuk...ku.

Aku tidak bisa berkata, mulutku seakan-akan terkunci, dan bahkan mataku seolah terkunci dimatanya yang hitam dan fokus. Dia menyapaku sekali lagi, "Hai... Mmm... Tem?,". Ayolah Temmy, ini adalah kesempatan langka, jawablah sapaannya...

Untuk meyakinkan kembali, aku pun menengok menghadap ke kanan dan ke kiri kemudian menunjuk diriku sendiri untuk meyakinkan, "Lo manggil gue?," aku memasang wajah tidak yakin dan berharap itu benar-benar untukku.

"Iyalah, buat Lo, Emm... aduuh gimana ngomongnya yaa... Mmm... Temm...," dia menggaruk-garuk kepala belakangnya dengan kasar, aku yakin kepalanya tidak benar-benar gatal. Akibat kata-kata itu juka aku terpaku kembali di matanya, menunggu kalimat yang akan keluar selanjutnya... "Lo... Lo mau gak jadi... jadi..," tanpa sengaja kepalaku mengangguk ingin mendengar jawaban selanjutnya dan berharap kalimat itu kalimat yang indah untuk aku dengar, "jadi pacar gue?," aku semakin kaku... otakku sedang terserang apa saat ini? Ya ampun Temmy... 

Aku masih melihat lurus ke matanya... aku harus jawab apa sekarang? Menerima atau menolak? Tunggu-tunggu tapi apa ini nyata? Apa mungkin orang se-perfect dia bisa suka sama orang kayak aku? Immpos banget... 

Aku menarik nafas dalam-dalam karena sedari tadi aku tidak sadar menahan nafas saat ia mengucapkan kalimat itu. Aku membulatkan keputusanku untuk menerimanya, untuk memantapkan jawaban aku menarik nafas kembali, dan begitu aku ingin mengucapkan kata "ya" seseorang mendahuluiku berkata "Yaaay! Bagus Coy, lo berhasil! Taruhan kayak gini emang bisa lo lewatin!," tunggu, cowok tadi bilang ini taruhan? Jadi... maksud Mr. P nembak aku itu hanya sebagai taruhan? 

Rasanya seperti mati rasa... seperti jath dari langit yang paling atas dan mendarat tepat di atas aspal yang keras. Sakit.



Hanya sekedar cerpen, rekayasa, dan bukan kejadian nyata



9 Juli 2012

Sebuah Kado


Hari ini, entah apa yang aku rasakan sungguh BURUK!!! Tak ada teman, tak ada orang tua, ya hanya sendiri di dunia yang besar dan rumit ini. Kalian tahu hari apa ini? Aku yakin jika aku bertanya pada semua orang di dunia ini mereka akan berkata "Ini hari Juma'at tolol! Apa Kau tidak melihat tanggal, hah?," mm... sebenarnya aku juga tidak tahu apakah mereka akan berkata seperti itu, tapi jika mereka berkata seperti itu, ingin rasanya aku membungkam mulut mereka dengan permen karet yang telah aku kunyah, seperti permen karet patrick. LOL.

Aku tahu, hari ini hari Juma'at dan apa kalian tahu hari ini hari ULANG TAHUNku! Dan tak ada satu orang pun yang tahu, yaa sebenarnya ini salahku juga karena tidak mempublikasikan hari kelahiranku pada seseorang, tapi apakah tidak ada yang berusaha untuk mencari tahu? Bahkan orang tuaku tidak ada yang mengucapkannya! mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri, saat aku bertanya pada mereka tadi pagi, "Ma, Pa, kalian tahu hari apa ini?," dan mereka hanya menjawab
"Ya, ini hari Jum'at," hanya itu! Oh yeah, mungkin memang sudah nasibku untuk tidak ada yang peduli padaku! Hmm... Aku iri pada bulan purnama itu, banyak yang memperhatikan mereka tapi aku?

Oke, baiklah abaikan saja hari ulang tahunku ini! Dan kalian harus tahu, sekarang umurku sudah 17 tahun! sweet seventeen! HA sweet apanya? Pahit begini apanya yang manis coba? HAAAAAA Mereka semua kejam.

"Ting" terdengar suara dentingan bel dari luar, aku segera meninggalkan buku diary-ku dan berlari menuju luar rumah. Tak ada apa-apa! Apa ada seseorang yang berusaha menjailiku di saat seperti ini? Tidak lucu! Aku mencoba mencari-cari sesuatu yang bisa aku temukan. Kanan-kiri-atas-dan... bawah! ada sebuah kotak kecil berwarna ungu! Warna kesukaanku! Aku mengambil kado itu dengan hati-hati sembari melihat sekeliling, barangkali ada yang lupa menaruhnya di situ? Setelah yakin tidak ada seorang pun, aku membawa kado kecil itu masuk ke dalam rumah. Aku coba membukanya. Hanya sehelai kertas! Tunggu-tunggu, kertas itu bertuliskan sesuatu, aku baca perlahan surat itu,

Malam yang indah bukan?
Selamat Ulang Tahun :)

dari Purnamamu


Jantungku berdegup tak karuan! Seulas senyum berhasil terukir di wajahku, pandanganku menjadi buram karena air mata yang mulai menetes.
"Terima kasih," ucapku tanpa sadar.



Hanya sekedar cerpen, rekayasa, dan bukan kejadian nyata





5 Juli 2012

Sang Purnama

Langit Terasa lebih indah malam itu karena bulan purnama dengan sinarnya yang terang telah muncul setelah matahari tenggelam di garis cakrawala. Bintang pun terlihat di sana-sini seakan tidak ingin tertinggal akan indahnya Purnama. Tak kalah, kunang-kunang dengan cahayanya yang terang ingin ikut menyaksikan Purnama malam itu. Lampu-lampu malam itu padam seakan ingin meninggalkan tugasnya untuk menikmati sang Purnama datang. Semua seakan menikmati indahnya langit malam itu tapi tidak denganku, aku yang hanya seorang diri yang berharap Purnama itu datang, Tunggu! Bukan sang Purnama dengan cahaya yang menerangi malamku. Tapi sang Purnama yang aku impikan. Purnama yang selalu menerangi kegelapan jalanku yang buram! Purnama yang memeberiku kekuatan untuk bangkit. Kau, Purnamaku! Datanglah padaku, temaniku menikmati bulan purnama! Bahkan bintang, kunang-kunang dan lampu menikmati indahnya bulan purnama dengan teman-teman mereka. Apa kau tidak merasa iba padaku setelah apa yang kau lakukan padaku wahai Purnama? Kau membuatku selalu memikirkanmu, hingga aku selalu melakukan hal bodoh yang dapat membuatku malu! Dalam kesendirianku menatap rembulan itu, aku selalu berulang kali berpikir 'seandainya' aku lelah dengan kata itu, tapi aku tak bisa enyahkan kata itu dari pikiranku! Ku mohon, janganlah menyiksaku dengan perlakuanmu yang tak wajar wahai Purnama. Ku mohon!?


Hanya sekedar cerpen, rekayasa, dan bukan kejadian nyata


14 Juni 2012

Jatuh Cinta - Blink

Saat kau ada di dekatku
Hatiku berdegup kencang
Cukup buatku melayang layang

Ini baru benar ku rasakan
Terpesona aku
saat pertama melihatmu

Baru kali ini jatuh cinta
Jatuh cinta yang pertama
Saat ku lihat dirimu

Ku benar-benar jatuh cinta
Jatuh cinta yang pertama
Tuhan tolong lah diriku

Saat kau ada di dekatku
Hatiku berdegup kencang
Cukup buatku melayang layang

uhh … Ini baru benar ku rasakan
Terpesona aku
saat pertama melihatmu

Baru kali ini jatuh cinta
Jatuh cinta yang pertama
Saat ku lihat dirimu

Ku benar-benar jatuh cinta
Jatuh cinta yang pertama
Tuhan tolong lah diriku

Ini kali pertama
Baru benar aku rasa
Aku tlah jatuh cinta padamu

Ini kali pertama
Baru benar aku rasa
Cinta..

Baru kali ini jatuh cinta
Jatuh cinta yang pertama
Saat ku lihat dirimu

Ku benar-benar jatuh cinta
Jatuh cinta yang pertama
Tuhan tolong lah diriku